Tuesday, April 28, 2009

Aku Membunuh Orang

Kalau bukan karena dia mengganggu Nisa, aku tak akan membunuhnya. Dia bukan manusia. Kedatangannya sangat meresahkan siang itu, mengganggui orang-orang di kampungku sehingga mereka ketakutan karena akan dibedah perutnya apabila melawan. Dia seekor siluman. Dia tak berbaju sehelaipun, hanya bertelanjang.

Aku sudah menduga dia mendekati Nisa, istriku, setelah puas dengan warga-warga tak berdosa disana. Dia menyatakan cinta. Aneh! Perasaan, binatang tak kan pernah bisa jatuh cinta, apalagi terhadap manusia, makhluk berlain jenis dengannya.

Aku hantam dia dengan tanganku dari belakang kepalanya. Begitu tahu aku menyerangnya, dia memberontak dan menendang-nendangkan kaki serta tangannya ke arah muka. Kondisi Nisa hamil. Menyaksikan ini Nisa sangat shok dan menjadi mulas di perutnya sampai dia tersimpuh ke lantai karena menahan sakit. Aku bingung antara membunuh siluman ini atau mengurus Nisa yang akan melahirkan. Aku teriak dokter. Namun orang tiadapun mendengar sama sekali.

Aku ambil batu raksasa. Aku gunakan ia untuk menimpuk tubuh telanjang siluman kadal yang sedang terjatuh akibat tendanganku itu. Dia mati.

Sementara Nisa makin kesakitan. Seseorang dari dalam warung nasi di dekat lokasi itu berlari menghampiri kami sebelum pada akhirnya aku tersadar dan bangun dari tidur lelapku. Ini semua ternyata mimpi.
--David July
Search using google below
(Cari dengan Google--Ketik kata kunci dalam kotak)


Related Posts:

0 comments:

Post a Comment [ Pop-up Comment Window ]

All comments are welcome as long as they are in English, Bahasa Indonesia and Javanese. (Utk pengguna ponsel, silahkan klik Pop-Up Comment Window diatas bila kesulitan dg kotak komentar dibawah)

Jika masih kesulitan, maka pilih Name/URL. Lalu masukkan Nama dan alamat situs Anda

Catatan: Pengkopian sebagian atau keseluruhan dari artikel ini diperbolehkan dan tanpa perlu ada ijin. Namun Anda harus mencantumkan, "sumber tulisan diambil dari http://davidjuly.blogspot.com"

Follow this blog via Facebook