Monday, April 20, 2009

Jenguk Habibi

Semalam gerimis. Catur, aku dan Mio (motor kakaknya Catur yg agak baru) pergi ke Paciran untuk menjenguk seorang teman, Habibi, yang ayahnya meninggal dunia sehari sebelumnya. Bapak Zaini, ayah Habibi, meninggal setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama 10 hari dan perawatan di rumah 9 hari.

Meski berduka, Habibi tetap tersenyum. Kami mencoba menghiburnya dengan cangkruk di depan rumahnya sambil makan jagung goreng dan bergosip ngalor ngidul seputar kasus korupsi pejabat Unirow. Sesekali Habibi tertawa keras. Entah itu tertawa yang benar-benar keluar dari perasaannya atau sekedar sebagai pengalih kesedihan saja atas musibah yang menimpa dia. Kami bertiga tertawa bersama-sama (wakakak).

Ada juga acara makan-makan nasi goreng di warung gerobak nasi dekat rumah duka Habibi menjelang aku dan Catur pulang. Nasinya cukup lumayan. Catur, seperti biasa, sangat lahap dan rakus, merampasi setiap butir nasi dan cabe-cabe tanpa belas kasihan. Daun kolnya juga dibabat habis.

Makan malam selesai dan kami pulang pada pukul 9.00 menunggang kendaraan yang sama: mbak Mio yang agak baru. Jalan raya sedikit basah.

Turut berduka atas meninggalnya Bpk. Zaini. Semoga amal ibadahnya selama hidup diterima oleh Allah
Search using google below
(Cari dengan Google--Ketik kata kunci dalam kotak)


Related Posts:

1 comments:

Anonymous said...

makasih yah bok....

I Luph U.......

Post a Comment [ Pop-up Comment Window ]

All comments are welcome as long as they are in English, Bahasa Indonesia and Javanese. (Utk pengguna ponsel, silahkan klik Pop-Up Comment Window diatas bila kesulitan dg kotak komentar dibawah)

Jika masih kesulitan, maka pilih Name/URL. Lalu masukkan Nama dan alamat situs Anda

Catatan: Pengkopian sebagian atau keseluruhan dari artikel ini diperbolehkan dan tanpa perlu ada ijin. Namun Anda harus mencantumkan, "sumber tulisan diambil dari http://davidjuly.blogspot.com"

Follow this blog via Facebook