Sunday, May 10, 2009

Ray dan Keluarga Toe Melawan Tiger: Novel Pertama Arul Chandrana

Ray dan Keluarga Toe Melawan Tiger: Novel Pertama Arul ChandranaBagaimana jika tikus berbicara? Bagaimana jika tanpa sepengetahuan kita makhluk pengerat kecil di kolong dapur kita itu memiliki keluarga, rumah, dan bahkan pemerintahan? Kucing juga ikut bicara. Bagaimana jika di balik aktifitas manusia, hewan-hewan ternyata memiliki kehidupan yang serupa?

Inilah tema cerita Ray dan Keluarga Toe Melawan Tiger, novel yang saat ini sedang ditulis oleh Arul Chandrana, mahasiswa Universitas Ronggolawe Tuban asal Bawean. Ide ini terinspirasi dari sebuah film. Saya lupa judul filmnya tapi isinya berkisah tentang sesuatu yang lain yang tidak disadari manusia. Ini mungkin seperti Dr. Dolittle yang bicara dg binatang. Atau mungkin juga seperti film-film komedi macam "Cat and Dog" dimana anjing dan kucing bisa ngomong layaknya manusia.

Ray dan Keluarga Toe Melawan Tiger (RKTMT) berkisah tentang anak kecil yang berkawan dengan keluarga tikus. Tikus ini dahulunya sahabat kakeknya. Mereka bersama-sama berusaha mengalahkan musuhnya, Tiger, yang juga merupakan musuh kakek Ray.

RKTMT rencananya akan menggebrak dunia fiksi Indonesia. Sang penulis Arul Chandrana sangat percaya bahwa novel ini akan menjadi Harry Potternya Indonesia. Setengah novel ini telah ditulis. Dan dalam waktu dekat Arul akan berupaya membuatnya terbit.

Arul Chandrana adalah pemenang lomba menulis cerpen 2009 yang diselenggarakan oleh kolomkita.com. BErikut adalah sinopsis RKTMT yang diambil dari sebagian posting Arul di blognya

Ray dan keluarga toe adalah kisah petualangan bocah berusia sembilan tahun, Ray, menjelajahi lorong-lorong panjang di bawah kota, lorong para tikus. Dengan penuh ketakjuban, Ray menemukan suatu dunia tikus yang terus mengejar peradaban yang dibangun oleh manusia.

Bagaimana Ray bias menjelajahi dunia tikus tak ubanhya dengan jalan-jalan di jalan utama kota Greenville-kota tempat tinggal Ray? Pada pesta ualang tahunnya yang kesembilan-satu-satunya pesta ulang tahun yang pernah diadakan di rumah Ray, sebuah hadiahkan yang sangat tak terduga diberikan pada Ray. Hadiah itu pemberian dari kakek Chamberlain, kakek Ray, yang mana telah meninggal empat tahun yang lalu saat Ray masih berusia lima tahun. Hadiah itu berupa sebuah cincin terbuat dari tulang hitam dengan gurata-guratan aneh pada permukaannya, dan selembar surat wasiat yang membingungkan. Dan Ray langsung mengenakan cincin misterius itu.di rumah, Ray hanya tinggal bersama ibu dan neneknya saja. Ayahnya bercerai dua tahun setelah kematian kakeknya. Kini ayahnya tinggal terpisah tiga propinsi dari mereka. Kakek Chamberlain dulunya adalah seorang veteran perang.

Sinopsis selengkapnya dapat dibaca di blog Arul Chandrana.

--David July


Search using google below
(Cari dengan Google--Ketik kata kunci dalam kotak)


Related Posts:

1 comments:

udien said...

salam kenal, kunjungan perdana, saya blogger baru, masih bingung, jadi blog saya jelek

Post a Comment [ Pop-up Comment Window ]

All comments are welcome as long as they are in English, Bahasa Indonesia and Javanese. (Utk pengguna ponsel, silahkan klik Pop-Up Comment Window diatas bila kesulitan dg kotak komentar dibawah)

Jika masih kesulitan, maka pilih Name/URL. Lalu masukkan Nama dan alamat situs Anda

Catatan: Pengkopian sebagian atau keseluruhan dari artikel ini diperbolehkan dan tanpa perlu ada ijin. Namun Anda harus mencantumkan, "sumber tulisan diambil dari http://davidjuly.blogspot.com"

Follow this blog via Facebook