Wednesday, June 3, 2009

Manohara Bebas; Kasus Sastrawi Kalang Kabut

Kenapa kasus sastrawi? Alasannya adalah karena banyak kesimpang-siuran dalam penyebutan beberapa istilah dan nama tokoh di dalam kasus Manohara Odelia Pinot, model Indonesia yang mengalami penyiksaan oleh suaminya secara fisik, maupun psikis, dan bahkan sampai kepada kekerasan seksual. Analisa kesalahan sastrawi dimaksudkan memberi kejelasan bagi pengistilahan dalam perkara ini serta referensi untuk dunia jurnalisme.

Kesimpang-siuran ini meliputi variasi/kesalahan ejaan nama, istilah, nama tempat, dan gelar. Kesalahan seperti ini wajar dalam pawarta. Berikut adalah daftar singkat kesleo lidah secara sastrawi yang umum ditemui di berbagai media:

Manohara Odelia Pinot: Secara general, sangat sedikit kesalahan yang terjadi dengan nama ini, namun beberapa situs seringkali mengejanya dengan Manokhara. Ada juga yang menyebut Manohara Adelia. Begitupun dengan Pinot yang kerap bertukaran dengan Finot atau Pinod serta Pino.

Daisy Fajarina: Pada awal pemberitaan kasus ini, nama ini paling sering mengalami kekeliruan. Banyak infotainment menuliskan nama Daisy Fajarina dengan ejaan Desy, Desi, Daesy, Daesi, Deasy dan Deasi. Fajarina juga sering ditulis dengan Fajrina, Fajariah, dan Fajariana.

Tengku Muhamad Fahry: Ini sangat membingungkan bagi para wartawan karena nama Tengku seringkali ditulis Teuku bagi warga Aceh. Sementara Muhammad bertukaran dengan ejaan Mohamed, Mohammed (dobel m), Mohamad, dan Mohammad. Fahry dengan Fahri, Fakhry, Fakhri, juga Fachry, dan Fachri.

Kerajaan Kelantan: Blogger dan jurnalis terkadang bingung untuk menuliskan Kelantan. Mereka cenderung mengeja Klantan, tanpa huruf e di antara K dan L, serta Klanten dan Clantan.

Tengku Temenggong: Bagi lidah Indonesia, kata Temenggong dibaca dan ditulis Temenggung, sehingga menjadi Teuku Temenggung: TT

Dewi: Meski jarang disebut, nama Dewi merupakan bagian dari tokoh kasus prahara Manohara. Ia sering ditukar dg Dawi dan Dewy.

Lain-Lain: Adapun kesalahan umum lainnya adalah penyebutan Sultan, Soltan, Manohara George Mann, Malesia, Malaisia, Malaysia, Sobri, Sabri, Shobri, Datok Kadarsah, Soberi, Datuk Hadarsah, Datok Khadarsah, George Mann, Kadarsyah.

Wartawan mungkin menganggap kesalahan sastrawi seperti ini sebagai hal biasa, tapi ini membuat masyarakat bingung. Tidak ada kevalidan ejaan. Ada baiknya bila para jurnalis lebih melakukan upaya konfirmasi untuk soal yang bahkan kecil begini. Pengkonfirmasian akan menjadikan berita itu newsworthy sehingga masyarakat pun tidak dibingungkan dengan kesimpang-siuran.

Manohara Odelia Pinot is a young Indonesian model who got married with the Prince of Kelantan, Malaysia. In her husband's hand, she got sexual and physical abuse. Now Manohara is back to Indonesia. Her mother picked her up in Singapore when Fahry, Manohara's husband, forced Manohara to return to Malaysia.

Note: this post was written both in English and Bahasa to optimize the keywords


Search using google below
(Cari dengan Google--Ketik kata kunci dalam kotak)


Related Posts:

2 comments:

Sapro said...

memang lidah kita ini kadang2 berbeda sob dalam mengucap sesuatu, tetapi bangsa dan tetap satu bangsa indonesia temtunya..........
he,,,he,,,,
tp klo orng laen yg beda q g tw deh, q g ikut2an.......
kabur azalah drpd disalahin, ntr slh ngomng la.......
oke fren tetep semngat ya
????

David (July) Khoirul said...

Memang seringkali wartawan kita keseleo lidah dalam urusan nama dan istilah

Post a Comment [ Pop-up Comment Window ]

All comments are welcome as long as they are in English, Bahasa Indonesia and Javanese. (Utk pengguna ponsel, silahkan klik Pop-Up Comment Window diatas bila kesulitan dg kotak komentar dibawah)

Jika masih kesulitan, maka pilih Name/URL. Lalu masukkan Nama dan alamat situs Anda

Catatan: Pengkopian sebagian atau keseluruhan dari artikel ini diperbolehkan dan tanpa perlu ada ijin. Namun Anda harus mencantumkan, "sumber tulisan diambil dari http://davidjuly.blogspot.com"

Follow this blog via Facebook