Thursday, July 16, 2009

Mengambil Surat Penelitan di SMK M 8 Paciran

SMK M Paciran Karang Asem   SMK Muhammadiyah 08 Paciran sedang mengadakan acara Masa Orientasi Siswa (MOS) ketika saya berkunjung kesana pagi ini untuk mengambil surat keterangan penelitian. Pada 4 Juni kemarin, Nisa memang melakukan penelitian. Saya menemaninya untuk membagi angket, mengumpulkan data, dan memberikan wawancara terhadap siswa kelas satu dan juga guru Bahasa Inggris. Kamis besok adalah batas akhir pengumpulan laporan penelitian.

   Nisa meneliti tentang strategi siswa kelas satu di SMK M 08 Paciran dalam mengarang tulisan deskripsi. Ini menarik. Kami mewawancarai 11 anak kelas satu dari berbagai jurusan. Mereka sangat antusias. Pak Imran, guru bagaian staff Kesiswaan, memberikan kesempatan bertemu dengan anak-anak kelas satu meskipun sekolah sedang tidak aktif.

   Yang menarik dari penelitian tersebut adalah salah seorang siswa putri jurusan Multimedia. Ia memiliki nama yang sama dengan nama Nisa -- Khoirun Nisa. Nisa sendiri ketawa dengan ini. Khoirun Nisa kecil kami wawancarai di sesi akhir acara pembagian angket. Saya merekam wawancara mereka. Awalnya, saya usul wawancara direkam menggunakan video, tapi kedua Khoirun Nisa ini menolaknya. Mereka bilang malu. Saya hanya menekamnya menggunaka voice recorder.

   Pukul 9 pagi ini setelah Heru membuatkan surat keterangan, saya buru-buru pergi ke kantor yayasan di aula Karang Asem. Lima menit lalu, Pak Rosikhun berangkat ke yayasan untuk rapat. Saya menembuh 5 menit perjalanan ke Karang Asem dengan motor.

   Aduh, ada yang ketinggalan. Suratnya lupa tidak ditutup map. Di depan aula, pak Rosikun tampak berdiri. Pak Rosikhun mengkritik ini kerena mungkin ia menganggapnya kurang sopan bila saya meminta tanda tangan tanpa membawa wadah surat. Inilah gaya surat menyurat klasik ala guru institutional. Mereka masih stuck terhadap budaya formalitas yang mengharuskan ini itu. Banyak yang tidak tahu bahwa pegawai maupun guru di Australia berbusana sangat casual. Komunikasi antara siswa dan guru pun sangat santai. Budaya Australia yang ala kasual ini tentunya sangat berbeda dengan kekakuan lembaga-lembaga dan institusi di Indonesia dimana siswa harus selalu menunduk terhadap guru –- tidak boleh membantah, tidak boleh banyak bicara dan banyak lagi ketidakbolehan yang mesti dijalankan.

   Saya pulang pukul sepuluh. Surat keterangan penelitian telah saya peroleh dan akan saya bawa siang ini ke Tuban untuk diberikan kepada Nisa.


Search using google below
(Cari dengan Google--Ketik kata kunci dalam kotak)


Related Posts:

0 comments:

Post a Comment [ Pop-up Comment Window ]

All comments are welcome as long as they are in English, Bahasa Indonesia and Javanese. (Utk pengguna ponsel, silahkan klik Pop-Up Comment Window diatas bila kesulitan dg kotak komentar dibawah)

Jika masih kesulitan, maka pilih Name/URL. Lalu masukkan Nama dan alamat situs Anda

Catatan: Pengkopian sebagian atau keseluruhan dari artikel ini diperbolehkan dan tanpa perlu ada ijin. Namun Anda harus mencantumkan, "sumber tulisan diambil dari http://davidjuly.blogspot.com"

Follow this blog via Facebook