Wednesday, July 29, 2009

Sidang di Pengadilan Negeri Tuban

Aku menghadiri persidangan di Pengadilan Negeri Tuban untuk mengambil STNK motor Taufiq yang tertilang pada 17 Juli lalu saat aku kendarai dari rumah Pak Agus Wardhono, dosen pembimbing skripsi di Universitas Ronggolawe (Unirow Tuban). Ini pengalaman sidang pertamaku. Lebih dari 500 orang yang tertilang berjejalan mengantri giliran mereka menjalani sidang. Taufiq bersamaku.

Kronologis penilangan diriku bermula dari helm. Usai meminta tanda tangan persetujuan skripsi di rumah Pak Agus di Pring Gading, aku buru-buru menstarter motor dan lupa mengenakan helmnya. Pak Agus sendiri tampak sibuk. Ini membuatku tergesa-gesa untuk pamit. Aku jalankan mesin, melaju dan berhenti pada lampu merah pertama dengan begitu nyaman. Pada pemberhentian lampu merah kedua, tiga polisi menghentikanku. Aku bingung. Mereka menanyakan dimana helmku dan aku sontak kaget sangat bahwa aku sepanjang perjalanan tidak memakai helm.

Mungkin ini bisa mudah bila aku mengajukan damai kepada tiga polisi itu dengan membayar beberapa uang. Tapi aku tak membawa rupiah. Ini pengalaman pertama dan biarlan menjadi pelajaran agar aku dapat berhati-hati dalam berkendara.


Search using google below
(Cari dengan Google--Ketik kata kunci dalam kotak)


Related Posts:

2 comments:

callighan said...

Tidak apa apa lah ikut sidang. Hitung-hitung pengalaman.

David July said...

Yah, dan sejak itu aku harus lebih berhati-hati lagi jika berkendaraan

Post a Comment [ Pop-up Comment Window ]

All comments are welcome as long as they are in English, Bahasa Indonesia and Javanese. (Utk pengguna ponsel, silahkan klik Pop-Up Comment Window diatas bila kesulitan dg kotak komentar dibawah)

Jika masih kesulitan, maka pilih Name/URL. Lalu masukkan Nama dan alamat situs Anda

Catatan: Pengkopian sebagian atau keseluruhan dari artikel ini diperbolehkan dan tanpa perlu ada ijin. Namun Anda harus mencantumkan, "sumber tulisan diambil dari http://davidjuly.blogspot.com"

Follow this blog via Facebook