Friday, August 21, 2009

Mengapa Selalu Banyak Orang Meninggal di Bulan Puasa

Bila diamati, jumlah orang meninggal selalu cenderung lebih tinggi setiap bulan puasa. Pagi ini saja, tetanggaku meninggal akibat kecelakaan mobil bak. Ia menyisakan satu anak. Biasanya, pasti ada-ada saja orang meninggal di kampungku dari minggu pertama ramadhan hingga terakhir. Bahkan ada yang meninggal di malam hari raya. Nanggung banget. Padahal tinggal nunggu semalam aja dia sudah tidak kanti.


Kebanyakan yang meninggal adalah mereka yang tua. Namun tak jarang juga, yang muda (atau bahkan anak-anak) ikut-ikutan meninggal, menyusul yang tua. Ini seringkali tanpa sebab. Malam hari masih tarawih, besok paginya sudah tidak lagi dapat shalat shubuh. Malah dishalati. Ada juga yang meninggal di saat tidur. Ketika sakit. Waktu mandi, saat berenang, ngaji, shalat dan macam-macam.


Aku yakin di kampungmu juga begitu. Mengapa demikian? Sebuah penelitian oleh seorang mahasiswa Universitas Ronggolawe, Tuban, menyebutkan bahwa ini, secara tidak langsung, merupakan akibat dari tidak tercukupinya nutrisi secara sempurna di bulan puasa. Orang banyak yang sakit. Ketika puasa, orang hanya makan waktu berbuka dan sahur sehingga menimbulkan ketidaksiapan fisik terhadap perubahan pola makan yang berbeda dari biasanya.


Belakangan ada juga (masih seorang mahasiswa) yang mengatakan bahwa mereka yang mati pada ramadhan adalah yang dicintai Tuhannya. Alasannya karena Allah SWT tidak menghendaki ia berbuat dosa. Semasa ramadhan, ia menjalani pembersihan diri dari dosa-dosanya, dan bila orang ini meninggal pada saat itu, maka ia dalam keadaan bersih. Itulah kenapa anak-anakpun meninggal. Barangkali mereka lebih dicintai dibanding yang tua.


Kita tidak pernah tahu kapan kita meninggal. Besok, bisa jadi. Nanti malampun sangat mungkin. Oleh karenanya, marilah kita sama-sama membersihkan diri kita, mengumpulkan bekal yang banyak, agar di saat kita mati (entah itu secara tiba-tiba ataupun tidak), kita bisa lebih siap. Mumpung ini kesempatan.


Selamat menjalankan puasa ramadhan!


Search using google below
(Cari dengan Google--Ketik kata kunci dalam kotak)


Related Posts:

3 comments:

marsudiyanto said...

Kelahiran dan Kematian adalah dua hal yang pasti kita alami.
Bedanya kelahiran dapat diperkirakan saatnya, sedangkan kematian adalah misteri Illahi. Tak seorangpun tau, kapan tiba saatnya.

David July said...

Betul sekali Marsudianto. Inilah kenapa kita harus memanfaatkan Ramadhan dg maksimal.

Bang Aswi said...

belum tentu penelitian itu benar adanya karena hanya berdasarkan yang ada di sekitar kita. bagaimana dengan yang di luar sana? saya kira seimbang. bisa jadi, ini jadi pengingat buat kita yang masih hidup bahwa ramadhan ini harus diisi dengan yang baik2. salam kenal.

Post a Comment [ Pop-up Comment Window ]

All comments are welcome as long as they are in English, Bahasa Indonesia and Javanese. (Utk pengguna ponsel, silahkan klik Pop-Up Comment Window diatas bila kesulitan dg kotak komentar dibawah)

Jika masih kesulitan, maka pilih Name/URL. Lalu masukkan Nama dan alamat situs Anda

Catatan: Pengkopian sebagian atau keseluruhan dari artikel ini diperbolehkan dan tanpa perlu ada ijin. Namun Anda harus mencantumkan, "sumber tulisan diambil dari http://davidjuly.blogspot.com"

Follow this blog via Facebook